Selasa, 26 Juli 2022
Kegiatan-Kegiatan Awal Kak Hilwa di Darus
De Fatih masuk sekolah
Sabtu, 23 Juli 2022
Semangat Kak Nuha
Nganterin Kak Hilwa ke Ponpes Darussalam Ciamis
Kak Nuha Masuk Pesantren Tarogong
Bismillahirrahmanirrahim
Setelah pembelajaran daring karena pandemi berlangsung selama setahun, akhirnya ada pengumuman pembelajaran tatap muka dari Pesantren Persis No. 76 Tarogong Garut. alhamdulillah.
Perasaan senang bercampur dengan sedih. sebab, sejatinya, ayah yang sudah berniat akan mengantar kakak ke pesantren sudah tidak ada. tapi life must go on. hidup harus terus berlanjut. kita sekeluarga mengantar kakak ke Pesantren dengan terlebih dahulu ziarah ke makam ayah dan silaturahim ke keluarga ayah di Garut.
Berikut ini dokumentasi nganter kakak pertama kali ke pondok:
kakak otw menuju makam ayah untuk ziarah, mendoakan ayah. insyaallah ayah tahu kakak sudah siap masuk pondok
semoga Allah merahmati ayah selalu. anak-anak ayah sudah masuk usia baligh.
..selagi kakak ziarah ke makam ayah, adik-adik main dengan keluarga di garut
selamat mondok kakak. semoga kakak menjadi pribadi yang shalehah dan siap menjalani kehidupan. aamiin
![]() |
| di depan rumah keluarga di garut bersama bunda |
Selasa, 06 Juli 2021
Fatih mengajak main Game
“ayo bunda, bunda
harus berusaha. Sok ku ade diantosan. Bunda mah kalah wae. Mobil adena diem
heula. Sok bunda di depan” akhirnya dia menghentikan mobilnya sejenak,
ceritanya mau jajan dulu makanan. Sambil nungggu mobil ibunya lewat. Daaaan,
tetep aja meskipun udah dibiarkan nyusul, “nah ayeuna ku ade disusul ..” terkejar juga
sama si kecil dan “yeee, ade menang. Soalna ade mah kuat. Atos jajan heula” ha
haha.
Tidak, saya tidak
sedang mengalah agar anak saya menang main game.dalam jenis game lain kami
kadang bergantian menang, tapi di game balap mobil saya bener2 gak bisa dan
selalu kalah oleh si kecil. Lucunya, ia malah menghibur dan memotivasi agar
saya tidak menyerah untuk tetap bermain dengannya. Meskipun di situasi2 sepele
ia suka laporan dan menangis, justru di situasi2 ketika bundanya tampak melow ia tampil untuk menghibur dan menenangkan. ya itulah fatih.
kadang-kadang, saya berpikir kok bisa anak sekecil itu berpikir begitu dewasa? padahal rasanya, ajaran saya kepada semua anak2 ya sama saja, baik itu laki-laki maupun perempuan. tapi Fatih itu begitu berbeda. ia selalu bilang ingin membelikan barang2 untuk bunda dan kakak-kakaknya, selalu ingin tampil melindungi. bahkan tidurpun ia ingin di tepi ranjang agar bunda dan tetehnya tidak jatuh, katanya. lantas kemudian saya ingat bahwa sebelum ajaran, sebelum pembiasaan dan keteladanan, ada fitrah yang Allah tanamkan pada setiap manusia.. dan fitrah laki-laki sebagai orang yang memiliki tanggung jawab kepemimpinan lebih dibanding perempuan tentu berbeda.
semoga kelak Fatih bisa memikul tanggung jawab itu,. sebagai wali bunda dan kakak-kakaknya. dan ia tak melupakan kami meskipun kelas ia menikah untuk menerima tambahan tanggung jawab.
doa bunda menyertaimu de
Ketika "ayah" wafat
Bismillahirrahmanirrahim
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
ahad, 23 agustus tahun 2020, ayahnya anak2 (suami saya) wafat. saya masih ingat betul rangkaian kegiatan kami pada hari itu. Pagi-pagi kami pergi ke pengajian, lalu pulangnya mampir ke tempat menjahit dan mengantarkan anak2 ke rumah neneknya untuk les menggambar bersama ica. setelah itu, saya dan suami berdua saja di rumah. saya melakukan aktifitas membaca, suami menyapu di halaman lalu kami makan siang dan berdiskusi tentang rencana wisuda hafalan di sekolahnya (SMP BPI). setelah makan siang, saya membagi obat pemulihan suami saya sementara beliau menandai kapan obat itu harus habis lalu beristirahat.
Setelah shalat ashar berjama'ah kami melanjutkan bincang2 ringan sambil melihat2 foto anak kami yang paling kecil dan bertanya jam berapa kira2 pulang supaya ayahnya bisa bersiap-siap untuk menjemput. Namun, ternyata suami saya tak pernah bisa menjemputnya. Dalam perbincangan kami yang terakhir, ia terdiam lalu terkulai dari duduknya tak sadarkan diri. saat itu saya mencoba mengguncangnya dan bertanya "ayah kenapa? ayah kenapa?". namun tak ada jawaban. tetiba badannya menelungkup lalu saya refleks meraba jantungnya. saat itu jantungnya berdetak sangat cepat dan keras. sebagai orang awam saya tidak tahu apa yang terjadi, namun saya yakin ada sesuatu yang salah. lantas saya menelepon kedua kakak dan ibu saya.
setelah saya berhasil membuatnya terlentang, saya kembali memeriksa jantungnya. Namun, kali ini hening tidak ada detakan. perasaan saya udah gak karuan aja. lalu saya meletakkan di hidung, untuk mengecek adanya nafas yang berhembus, namun nihil. lalu saya mencoba meraba denyut nadi di tangan sambil gemetaran, namun tak teraba. Pikiran saya langsung mengarah pada kematian. "ayah, apa ayah memang sudah pergi?" saya berucap padanya, sebab jika memang ia sudah wafat, ia akan mendengar saya. "kalau memang sekarang saatnya ayah pulang kepada Allah, bunda ridha. semoga kita bertemu kembali di surga" ucap saya menegarkan diri. setelah itu saya membaca kalimat tahlil dan hauqalah tanpa henti sampai akhirnya kakak saya datang dan kami bersama-sama menuju IGD RS Al-Ihsan. perjalanan yang tak pernah saya lupakan; yang terasa begitu lambat dan saya tak henti bertanya dalam hati "apakah ini nyata? apakah ini nyata?"
singkat cerita, setelah dicek jantung dan garisnya lurus lalu perawat mengucap "Laa Ilaaha Illallah" berulang-ulang dengan keras, saya pun ikut mengucapkannya di telinga suami. Tidak lama kemudian dokter datang dan mengecek lalu mengatakan bahwa suami saya sudah tiada.
apa yang terpikir saat itu? beberapa teman bertanya kepada saya. apa yang saya pikirkan saat tahu suami saya wafat.
saat itu saya memikirkan Malaikat Izrail. ya Allah, ternyata kematian bisa datang kapan saja. jadi selama tadi saya berbincang dengan suami ada Malaikat maut yang siap menjemput ruh suami saya. hanya itu yang saya pikirkan di RS. bahkan saya tidak memikirkan nasib saya dan anak2 setelah ini. saya hanya ingat bahwa suatu saat saya juga akan pulang dan ingat bahwa suami saya kini membutuhkan bantuan saya dan anak2 untuk menambah berat timbangan amal kebaikan.
Hari itu rasanya seperti mimpi, terutama saat2 ketika mobil kami melaju sangat cepat dan suami saya terkulai di kursi dengan digenggam tangan saya.
sesampainya kami di rumah, keluarga dan tetangga sudah berdiri menyambut kami. saya merasa ta'jub luar biasa "ya Allah ayah, bahagianya engkau dengan sambutan luar biasa begini di akhir hayatmu".
ketika masuk ke rumah, anak2 saya menangis, kecuali de fatih yang masih belum mengerti apa2. saya memeluk mereka dan mengatakan "yang terbaring ini bukan ayah. ini adalah jasad tempat ayah dulu pernah tinggal di dalamnya. ruh ayah mungkin ada di sini mendengar kita. bersabarlah. Rasulullah juga yatim sejak lahir. jadi jangan pernah takut. kita berdoa bersama agar bisa bertemu kembali untuk bertemu dengan ayah di surga Allah".
Masyaallah luar biasa, anak2 saya tetiba terdiam. terima kasih ya Allah telah memberikan kepada saya anak2 yang tangguh.
Kini ke-4 anak itu menjadi amanah saya. Semoga Allah membimbing kita selalu.
Semoga Allah menyayangi kita semua
Senin, 07 Juni 2021
Pekan PAT anak2. hmmm
Minggu, 06 Juni 2021
Pasca Ayah Wafat
Mengubah Diri Sendiri
Selasa, 24 Maret 2020
PEMBELAJARAN JARAK JAUH 2
PEMBELAJARAN JARAK JAUH; DAMPAK PANDEMI CORONA
Senin, 16 Maret 2020
LOCKDOWN
Sabtu, 14 Maret 2020
Pandemi Corona 2
First, Bersikap tenang; yakin semua sudah tercatat di lauh mahfuzh
Kedua, ikuti semua prosedur (tawakal itu bukan konyol dan sompral)
Ketiga, tawakal ... pasrah kepada Allah
catatan:
di tengah pemulihan sakit saya... segala kegiatan yang saya biasa dihandle dan kemudian saya nyatakan mengundurkan diri darinya ternyata dengan pandemi ini memang off sementara. oh Rabb
PANDEMI CORONA
Jumat, 13 Maret 2020
HUNTING PESANTREN 2
Kamis, 12 Maret 2020
Hunting Pesantren
Rabu, 11 Maret 2020
ADA ORANG KEREN
ada orang keren, tapi dia gak mau dikenal. berkali-kali datang ke rumahnya pun dia mewanti-wanti agar jangan mengundang yang lain untuk ikut datang ke rumahnya. siapakah dia?
selain suami, anak saya dan keponakanpun sempat ditangani beliau.
singkat cerita...waktu berlalu..dan terdengar kabar bahwa beliau gak praktek lagi. beliau terkena penyakit kanker otak yang sampai sekarang diobati sendiri. alhamdulillah silaturahim kami berlanjut. kami sekeluarga kadang2 suka datang mengunjung beliau, sambil berkonsultasi sedikit tentang kesehatan. dan terkuaklah kecerdasan beliau yang luar biasa...
terlahir dari keluarga biasa-biasa saja...beliau sempat tidak mengenyam pendidikan. bahkan untuk membeli beraspun kata beliau harus jualan dulu es 2 hari. namun alhamdulillah akhirnya beliau memiliki kesempatan untuk sekolah..dan karena kecerdasannya itu... beliau bisa loncat kelas. dan takdirpun menentukan beliau untuk bertemu dengan orang2 yang menyadari kecerdasannya hingga beliau bisa sekolah di farmasi dan kedokteran (meskipun tidak sampai meiliki ijazah kedokteran). ilmunya sungguh luar biasa. selain mengenyam pendidikan medis, beliau juga mendalami ilmu agama hingga sampai sekarang beliau juga dipanggil dengan sebutan ustadz.
sepak terjang beliau di dunia medis tidak perlu diragukan. berkunjung sambil bertugas dan belajar ke 23 negara pernah dilakoninya...hingga beliau tidak hanya memahami cara mendiagnosa dengan alatnya yang super keren (yang katanya bisa dibeli di salah satu RS di Jerman), beliau juga ahli dalam membaca hasil rontgen, melakukan bedah tanpa bius dan mensterilkan obat dari efek samping. pembicaraan dengan Sang Prof tak ada yang sia-sia. setiap kali kami konsul, beliau selalu mengatakan bahwa jangankan salah obat, obat tepatpun jika Allah tidak berkenan menyembuhkan maka tidak akan sembuh. dari beliaulah kami mengenal Allah dengan cara yang berbeda. Allah Yang memang Maha Besar itu terlihat nyata keMahaBesarannya berkat pengajaran dari beliau ini.
ah Prof... alhamdulillah Allah memperkenankan kami mengenalmu.. sehat selalu ya Prof. kami masih kangen dengan ilmu-ilmumu
muridmu
Selasa, 10 Maret 2020
I'm back
judul apa pula itu? emang ke mana saja? :)
bismillah...
here we go.
ok. untuk mengawalinya saya mau cerita sedikit tentang peristiwa yang cukup menghantam saya belakangan ini.







